Aku, hanya manusia dengan luka lama.
Apa hanya aku yang tidak pernah menantikan libur panjang ketika sekolah?
Apa hanya aku yang khawatir dengan libur panjang itu?
"Aku nanti ngapain ya, duh rasanya ga mau libur. Jangan libur please, aku ingin sekolah saja,"
Berbagai pertanyaan batin mengitari kepala
Kamu tau kenapa itu terjadi?
Rasa takutku akan tinggal terlalu lama di rumah sedang tinggi-tingginya.
Aku benci tinggal di rumah kala itu,
Karena isinya cuma amarah.
Kami cuma bertiga, tapi ego kita tinggi di setiap kepala.
Ibunda yang lelah bekerja
Ayanda yang haus waktu dari bunda.
Aku yang sedang tumbuh haus perhatian dari mereka berdua.
Semua punya keinginan batin yang berbeda namun tidak ada yang saling terpenuhi
Itu membuat marah jiwa yg patah.
Tapi setelah aku dewasa
Aku belajar untuk berdamai
Sudah cukup aku tumbuh dengan amarah dalam dada
Bersikap kasar dengan manusia lain
Menuntut untuk dimengerti manusia lain
Egois.
Kini aku sedang berdamai
Perlahan namun pasti.
No comments:
Post a Comment